Lemhannas Goes to Campus Unmul, Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda

Terkini 22 Sep 2026 14:12 5 min read 1,572 views By Haikal

Share berita ini

Lemhannas Goes to Campus Unmul, Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda
Kegiatan Lemhannas Goes to Campus di GOR 27 September Kampus Unmul Gunung Kelua, Samarinda, Selasa (22/09/2026).

Samarinda - Universitas Mulawarman (Unmul) menjadi tuan rumah Lemhannas Goes to Campus yang dilaksanakan di GOR 27 September Kampus Unmul Gunung Kelua, Samarinda, Selasa (22/09/2026).

Mengusung tema "GEO-EKO Ketahanan Nusantara: Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Menjawab Tantangan Global dan Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN),” kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), civitas akademika, dan generasi muda mengenai tantangan global, ketahanan nasional, serta peran perguruan tinggi dalam pembangunan IKN.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-64 Unmul, yang diperingati setiap 27 September.

Lemhannas Goes to Campus dihadiri Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., jajaran Lemhannas RI, Rektor Unmul Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP. ,Prof. Dr. Rahmawati, SE.,MM, serta seluruh pimpinan perguruan tinggi se-Kaltim, alumni Lemhannas, serta mahasiswa Unmul.



Rektor Unmul Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si. menyampaikan apresiasi atas kehadiran Lemhannas RI di Unmul. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang pendidikan, tetapi juga berperan dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, karakter, integritas, dan wawasan kebangsaan.

"Perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus membentuk generasi yang memiliki integritas, karakter, dan wawasan kebangsaan," ucap Abdunnur.

Ia menilai posisi Unmul di Kaltim semakin strategis seiring dengan pembangunan IKN. Kondisi tersebut membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Unmul harus menjadi bagian dari solusi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, termasuk bagaimana kita memberikan kontribusi terhadap pembangunan IKN dan pembangunan Kaltim secara berkelanjutan," lanjutnya.

Abdunnur juga menyinggung sejumlah potensi yang dimiliki Unmul, antara lain di bidang lingkungan, kehutanan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal bagi Unmul untuk berkontribusi dalam pembangunan Kaltim dan kawasan IKN.



Selain itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Kaltim, Hetifah Sjaifudian, turut menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perubahan yang berlangsung seiring pembangunan IKN.

Menurut Hetifah, pembangunan IKN menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat Kaltim. Karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri, tidak hanya dari sisi kompetensi, tetapi juga kreativitas, karakter, inovasi, dan kemampuan beradaptasi.

"Generasi muda Kaltim harus mempersiapkan diri. Bukan hanya dari sisi kompetensi, tetapi juga kreativitas, karakter, inovasi, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan," ungkap Hetifah.

Ia mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi turut mengambil peran sebagai bagian dari perubahan.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk meningkatkan kapasitas generasi muda. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting agar pembangunan IKN dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.



Pada sesi utama, Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menyampaikan kuliah umum mengenai geopolitik, geoekonomi, ketahanan nasional, serta berbagai perubahan global yang dihadapi Indonesia.

Ia mengajak mahasiswa Unmul memahami dinamika dunia yang berkembang cepat. Persaingan antarnegara, menurutnya, tidak hanya berlangsung dalam bidang politik dan pertahanan, tetapi juga mencakup ekonomi, teknologi, energi, sumber daya alam, hingga penguasaan data.

Perkembangan artificial intelligence (AI), keamanan siber, perubahan iklim, dan transformasi ekonomi menjadi sejumlah isu yang perlu dipahami generasi muda.

"Mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk membaca perubahan. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu memahami bagaimana teknologi itu memengaruhi kehidupan bangsa dan negara," kata Ace Hasan.

Menurutnya, kemampuan membaca perubahan global perlu berjalan seiring dengan penguatan identitas nasional. Kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi juga perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.

"Ketahanan nasional tidak hanya berbicara mengenai pertahanan dan keamanan, tetapi juga bagaimana kita membangun ketahanan di bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi, dan sumber daya manusia," jelasnya.

Ace Hasan juga menyoroti posisi strategis Kaltim dan pembangunan IKN. Keberadaan IKN, menurutnya, tidak semata berkaitan dengan pembangunan pusat pemerintahan, tetapi juga bagian dari transformasi Indonesia menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan, penelitian, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

"Perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya pengetahuan dan inovasi. Karena itu, mahasiswa harus dipersiapkan menjadi bagian dari generasi yang mampu membawa Indonesia menghadapi tantangan masa depan," tuturnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memahami persoalan bangsa secara utuh. Generasi muda diharapkan memiliki kepedulian terhadap kepentingan nasional serta mampu menerjemahkannya melalui karya dan kontribusi nyata.




Rangkaian Lemhannas Goes to Campus di Unmul ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Mulawarman dan Lemhannas RI.

Kerja sama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan wawasan kebangsaan, dan penguatan sumber daya manusia.

Melalui kerja sama tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusinya dalam menghadapi berbagai tantangan strategis bangsa.

Lemhannas Goes to Campus yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-64 Unmul juga menegaskan posisi kampus sebagai ruang bertemunya gagasan mengenai masa depan bangsa.

Pertemuan antara perspektif akademik, wawasan kebangsaan, dan pembangunan tersebut menjadi momentum bagi generasi muda Unmul untuk memahami perubahan global sekaligus mempersiapkan diri melalui ilmu pengetahuan, inovasi, karakter, dan semangat kebangsaan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Warta Kaltim
Chat with us on WhatsApp